Strategi Bisnis Digital

Ringkasan Strategi Bisnis Digital
Materi Perkuliahan

Strategi Bisnis Digital

Ringkasan konsep, istilah penting, dan contoh kasus sederhana.

Sumber utama: Patnaik, S., et al. (Eds.). (2019). Digital Business: Business Algorithms, Cloud Computing and Data Engineering. Springer.

1. Apa Itu Strategi Bisnis Digital?

Strategi bisnis digital adalah cara perusahaan menggunakan teknologi digital untuk menyelesaikan masalah bisnis, memberikan manfaat kepada pelanggan, dan mencapai tujuan bisnis.

Teknologi bukan tujuan utama. Teknologi adalah alat untuk membantu bisnis menjadi lebih baik.

Contoh: Warung makan memiliki antrean panjang. Pemilik menggunakan WhatsApp untuk menerima pesanan sebelum pelanggan datang. Masalah bisnisnya adalah antrean, sedangkan WhatsApp adalah alat untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

2. Tiga Istilah yang Sering Tertukar

IstilahMudahnyaContoh
DigitizationMengubah sesuatu dari bentuk analog menjadi digital.Struk kertas → file digital.
DigitalizationMenggunakan teknologi digital untuk membuat proses yang sudah ada menjadi lebih mudah/efisien.Pencatatan stok manual → aplikasi stok.
Digital TransformationPerubahan yang lebih besar pada cara perusahaan menjalankan dan mengembangkan bisnis.Toko fisik berkembang menjadi bisnis omnichannel dengan toko, marketplace, data pelanggan, dan layanan digital.

Ingat: tidak semua penggunaan teknologi berarti digital transformation. Tingkat perubahannya dilihat dari seberapa besar teknologi mengubah proses, organisasi, pengalaman pelanggan, dan model bisnis.

3. Value Creation dan Value Capture

KonsepArtinya
Value creationPerusahaan menciptakan manfaat bagi pelanggan.
Value capturePerusahaan berhasil mendapatkan manfaat ekonomi dari nilai tersebut.

Contoh: Pre-order membuat pelanggan tidak perlu antre lama (value creation). Jika hal tersebut menghasilkan lebih banyak transaksi dan profit bagi warung, terjadi value capture.

4. Algorithmic Business dan Data

Algoritma adalah langkah atau aturan sistematis untuk menghasilkan suatu output. Dalam bisnis, algoritma dapat membantu rekomendasi produk, klasifikasi pelanggan, forecasting, optimasi, dan mendeteksi transaksi yang tidak biasa.

Data → Informasi → Insight → Keputusan → Tindakan
IstilahArtinya
DataFakta atau catatan mentah.
InformasiData yang sudah diolah dan memiliki konteks.
InsightPemahaman dari analisis yang dapat digunakan untuk bertindak.
DecisionPilihan atau tindakan berdasarkan tujuan, bukti, dan risiko.

5. Cloud Computing

Cloud computing adalah penggunaan sumber daya komputasi melalui jaringan/internet secara fleksibel.

ModelMudahnyaContoh
IaaS (Infrastructure as a Service)Sewa infrastruktur seperti server, storage, dan network.Menjalankan server aplikasi.
PaaS (Platform as a Service)Platform untuk membuat dan menjalankan aplikasi.Developer fokus membuat aplikasi tanpa mengelola seluruh infrastruktur.
SaaS (Software as a Service)Software siap digunakan sebagai layanan.Menggunakan aplikasi bisnis melalui internet.

Scalability = kemampuan menambah kapasitas ketika beban meningkat.

Elasticity = kemampuan menyesuaikan kapasitas naik atau turun mengikuti kebutuhan.

6. Data Engineering dan Business Intelligence

Data engineering memastikan data dapat dikumpulkan, dipindahkan, dibersihkan, disimpan, dan digunakan untuk analisis.

Business Intelligence (BI (Business Intelligence)) menggunakan data dan analitik untuk membantu monitoring dan keputusan bisnis.

Data Source → Data Pipeline → Storage → Transformation → Dashboard/Analytics → Decision

ETL (Extract, Transform, Load) = Extract, Transform, Load. Data diolah sebelum dimasukkan ke target.

ELT (Extract, Load, Transform) = Extract, Load, Transform. Data dimasukkan dahulu, kemudian diolah.

7. Platform, IoT (Internet of Things), dan Digital Ecosystem

IoT (Internet of Things) adalah perangkat yang terhubung dan dapat menghasilkan atau bertukar data. Contohnya sensor gudang untuk memantau suhu atau jumlah barang.

Digital platform adalah sistem digital yang memfasilitasi interaksi beberapa pihak, misalnya marketplace mempertemukan penjual dan pembeli.

Digital ecosystem adalah jaringan pihak-pihak yang saling berhubungan dalam menciptakan nilai.

Network effect terjadi ketika nilai platform berubah karena jumlah atau aktivitas penggunanya.

8. Customer Journey dan KPI (Key Performance Indicator) Digital

Customer journey adalah perjalanan pelanggan ketika berinteraksi dengan bisnis:

Singkatan yang Wajib Dipahami
SingkatanKepanjanganMakna sederhana
IaaSInfrastructure as a ServiceLayanan infrastruktur komputasi seperti server dan storage.
PaaSPlatform as a ServicePlatform untuk membuat dan menjalankan aplikasi.
SaaSSoftware as a ServiceSoftware siap pakai yang digunakan sebagai layanan.
ETLExtract, Transform, LoadData diambil, diubah, lalu dimuat ke sistem tujuan.
ELTExtract, Load, TransformData diambil, dimuat, lalu diubah di sistem tujuan.
IoTInternet of ThingsPerangkat yang terhubung dan dapat mengirim atau menerima data.
BIBusiness IntelligencePemanfaatan data untuk monitoring dan keputusan bisnis.
KPIKey Performance IndicatorIndikator untuk mengukur pencapaian tujuan.
CACCustomer Acquisition CostBiaya rata-rata untuk mendapatkan pelanggan baru.
CLV/LTVCustomer Lifetime Value / Lifetime ValuePerkiraan nilai ekonomi pelanggan selama hubungan dengan bisnis.
CTRClick-Through RatePersentase orang yang melakukan klik setelah melihat suatu tautan/iklan.
Awareness → Consideration → Purchase → Use → Retention
KPI (Key Performance Indicator)Mudahnya
ReachBerapa banyak orang yang terjangkau.
EngagementSeberapa banyak orang berinteraksi.
Conversion RatePersentase pengguna yang melakukan tindakan target.
CAC (Customer Acquisition Cost)Biaya rata-rata mendapatkan pelanggan baru.
Retention RatePersentase pelanggan yang tetap bertahan.
CLV/LTV (Customer Lifetime Value / Lifetime Value)Perkiraan nilai ekonomi pelanggan selama hubungan dengan perusahaan.

9. Cara Menganalisis Kasus Bisnis Digital

LangkahPertanyaan
1. Tujuan bisnisApa yang ingin dicapai perusahaan?
2. MasalahMasalah apa yang terjadi?
3. DataData apa yang dibutuhkan?
4. AnalisisKonsep apa dari materi yang dapat digunakan?
5. AlternatifSolusi apa saja yang mungkin?
6. RekomendasiSolusi mana yang paling sesuai dan mengapa?
7. KPI (Key Performance Indicator)Bagaimana keberhasilannya diukur?
8. RisikoApa risikonya dan bagaimana mitigasinya?
Masalah Bisnis → Data → Analisis → Teknologi/Solusi → Value → KPI (Key Performance Indicator) → Evaluasi

10. Tiga Contoh Kasus Sederhana

Ilustrasi penjual makanan dengan gerobak
Kasus 1 - Warung Makan Bu Sari

Bayangkan penjual menghadapi antrean panjang. Pre-order digital membantu memindahkan sebagian proses pemesanan sebelum pelanggan datang.

Pesan→ Siapkan→ Ambil→ Bayar
Ilustrasi: Openclipart, "Mie Ayam - Indonesia Culinary Food" - bebas digunakan. Sumber
Ilustrasi kotak sepatu untuk kasus inventori
Kasus 2 - Toko Sepatu dan Stok

Masalahnya bukan sekadar banyaknya sepatu, tetapi informasi stok yang tidak terintegrasi. Data dari toko fisik dan marketplace perlu digabungkan.

Toko+ Marketplace→ Data Stok→ Keputusan
Ilustrasi kotak sepatu: Openclipart, "shoebox or records box". Sumber
Ilustrasi aktivitas laundry
Kasus 3 - Laundry Antar-Jemput

Pesanan yang masuk melalui chat dapat menimbulkan jadwal pickup yang bertabrakan. Form digital dan pencatatan terstruktur membantu mengatur proses.

Order→ Jadwal→ Pickup→ Status
Ilustrasi: Openclipart, "Laundry", public domain. Sumber
Kasus 1 - Warung Makan Bu Sari

Situasi: Warung makan Bu Sari melayani sekitar 50 pelanggan per hari. Saat jam makan siang, pelanggan harus antre. Beberapa pelanggan batal membeli karena antrean panjang. Bu Sari masih mencatat penjualan secara manual dan belum memiliki pemesanan online.

Penyelesaian:

  • Masalah: antrean panjang membuat pelayanan lambat dan sebagian pelanggan batal membeli.
  • Tujuan: mengurangi antrean dan meningkatkan transaksi.
  • Data: transaksi per jam, menu terlaris, waktu pelayanan, pelanggan yang batal membeli.
  • Solusi: pre-order melalui WhatsApp/Google Form dan pembayaran digital.
  • Value creation: pelanggan dapat memesan lebih cepat dan tidak perlu menunggu lama.
  • Value capture: warung berpeluang mendapatkan lebih banyak transaksi.
  • KPI (Key Performance Indicator): waktu antrean, transaksi per hari, jumlah pre-order, cancellation rate, omzet.
  • Kesimpulan: tidak perlu langsung membuat aplikasi. Solusi sederhana yang sesuai masalah dapat menjadi strategi digital yang lebih tepat.
Kasus 2 - Toko Sepatu dan Stok

Situasi: Sebuah toko sepatu menjual produk melalui toko fisik dan marketplace. Pemilik sering kehabisan ukuran tertentu, sementara ukuran lain menumpuk. Data penjualan dari toko dan marketplace belum digabungkan sehingga pemilik sulit mengetahui stok sebenarnya.

Penyelesaian:

  • Masalah: data stok terpisah menyebabkan keputusan pembelian barang kurang tepat.
  • Tujuan: mendapatkan informasi stok yang lebih akurat dan mengurangi kehabisan/penumpukan.
  • Data: penjualan per ukuran, stok masuk, stok keluar, retur, penjualan per kanal.
  • Solusi: sistem inventori digital yang menggabungkan data toko fisik dan marketplace.
  • Konsep: digitalization dan data engineering.
  • KPI (Key Performance Indicator): stockout rate, inventory turnover, stok mati, akurasi stok, sales per channel.
  • Risiko: data awal tidak akurat. Mitigasi: stock opname dan validasi data sebelum sistem digunakan.
  • Kesimpulan: teknologi dipilih karena ada masalah proses dan data yang jelas, bukan karena mengikuti tren.
Kasus 3 - Laundry Antar-Jemput

Situasi: Laundry kecil memiliki banyak pelanggan tetap, tetapi pesanan antar-jemput meningkat. Pemilik mencatat pesanan melalui chat secara manual. Akibatnya, beberapa pesanan terlambat diambil dan jadwal kurir sering bertabrakan.

Penyelesaian:

  • Masalah: pencatatan dan penjadwalan manual menyebabkan keterlambatan dan jadwal kurir bertabrakan.
  • Tujuan: membuat proses pemesanan dan penjadwalan lebih teratur.
  • Data: alamat pelanggan, waktu pickup, berat cucian, status pesanan, jadwal kurir, waktu selesai.
  • Solusi: form pemesanan digital, database sederhana, dan dashboard status pesanan.
  • Value creation: pelanggan dapat mengetahui status pesanan dan waktu pickup lebih jelas.
  • Value capture: laundry dapat melayani lebih banyak pesanan dengan proses yang lebih teratur.
  • KPI (Key Performance Indicator): on-time pickup rate, jumlah pesanan, waktu penyelesaian, repeat order, complaint rate.
  • Kesimpulan: strategi digital dapat dimulai dari digitalisasi proses sederhana sebelum menggunakan sistem yang lebih kompleks.

Alur Berpikir Strategi Digital

Masalah Bisnis→ Data→ Analisis→ Solusi→ KPI (Key Performance Indicator)

Gunakan alur ini saat mengerjakan studi kasus: mulai dari masalah bisnis, bukan dari teknologi yang ingin digunakan.

11. Kuis Pemahaman

Petunjuk: Pilih satu jawaban pada setiap soal, lalu klik Periksa Skor. Skor akhir akan muncul otomatis.

1. Warung Bu Sari menggunakan WhatsApp untuk menerima pesanan sebelum pelanggan datang. Apa masalah bisnis utama yang sedang diselesaikan?

2. Mengubah pencatatan stok manual menjadi aplikasi stok merupakan contoh...

3. Manakah urutan yang paling tepat dalam proses berpikir berbasis data?

4. Sebuah aplikasi harus mampu menambah kapasitas ketika jumlah pengguna meningkat. Konsep cloud yang paling tepat adalah...

5. Marketplace yang mempertemukan penjual dan pembeli merupakan contoh utama...

6. Jika perusahaan ingin mengetahui biaya rata-rata untuk mendapatkan satu pelanggan baru, KPI (Key Performance Indicator) yang paling tepat adalah...

12. Inti yang Harus Diingat

Mahasiswa tidak perlu menghafalkan semua istilah secara terpisah. Pahami hubungan antar konsep.

Masalah bisnis → Data → Analisis → Teknologi/Solusi → Value → KPI (Key Performance Indicator) → Evaluasi

Ketika menemukan masalah bisnis, tanyakan: apa masalahnya, data apa yang tersedia/dibutuhkan, teknologi apa yang sesuai, nilai apa yang tercipta, bagaimana bisnis mendapatkan manfaat, dan bagaimana keberhasilannya diukur?

Strategi Bisnis Digital • Ringkasan Materi dan Kuis

Posting Komentar

0 Komentar